Polisi Tetapkan 17 Orang Tersangka Terkait Konflik Di Puncak 2000 Siosar

Dirkrimum Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi serta Bupati Karo, Dandim dampingi Kapolres Karo AKBP Ronny Nicholas Sidabutar dalam paparan press reles konflik warga desa Suka Nalu dengan karyawan PT BUK

POJOKTIMES.COM | Medan – Polisi menetapkan 17 tersangka dalam kasus konflik yang terjadi antara PT BUK (Bibit Unggul Karobiotek) dengan warga Desa Suka Nalu, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumut.

Dirkrimum Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi serta Bupati Karo, Dandim dampingi Kapolres Karo AKBP Ronny Nicholas Sidabutar dalam paparan press reles konflik warga desa Suka Nalu dengan karyawan PT BUK

Ronny Menyebutkan peristiwa bentrok itu terjadi pada Selasa (17/5) lalu sekitar pukul 12.00 WIB. Bentrok ini dipicu atas tanah yang saling klaim antara kedua belah pihak.

17 tersangka dalam kasus konflik yang terjadi antara PT BUK (Bibit Unggul Karobiotek) dengan warga Desa Suka Nalu, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumut.

“Kejadian terjadi pada Selasa, 17 Mei sekitar pukul 12.00 yang terjadi di puncak 2000 Siosar, Kecamatan Tiga Panah, di lokasi desa Suka Nalu,” kata AKBP Ronny saat press reales di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (23/5/22) Malam.

Ronny menyebut dari 17 tersangka yang ditetapkan, 16 diantaranya merupakan karyawan pengamanan PT BUK, sedangkan 1 tersangka lainnya merupakan warga Desa Suka Nalu.

Perwira menengah Polri itu mengungkapkan perselisihan antara warga dengan PT BUK memang kerap terjadi. Namun, situasi memanas saat PT BUK melakukan aktivitas menggunakan alat berat di lokasi yang telah dipasang garis police line itu.

Akibatnya, warga Desa Suka Nalu marah hingga terjadi perkelahian dengan pihak PT BUK. Bahkan, dalam kejadian ini polisi turut mengamankan sejumlah senjata tajam yang digunakan para pelaku.

“Jadi, hal ini sudah berlangsung beberapa saat, tetapi memang puncaknya pada saat 17 Mei,” sebut Ronny.

Maka pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan gelar melalui pihak terkait BPN serta Forkopimda Karo agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan dengan menunjukkan keabsahan surat masing masing.

Ronny juga mengatakan dalam perkelahian tersebut ada 4 orang yang menjadi korban dalam bentrok itu. 3 orang diantaranya merupakan warga, sedangkan korban lainnya adalah dari pihak perusahaan.

“Namun, juga ada kerugian materil, yaitu satu bangunan kedai diatas lahan tersebut.

Kemudian ada juga 12 unit sepeda motor dibakar, dan 1 unit kendaraan roda 4 milik masyarakat yang dirusak,” pungkasnya.

(Marlen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.