POJOKTIMES.COM I Batam –
Sebagai mantan Kepala SMEA/SMK Yusril Koto menyayangkan dugaan kekerasan terhadap siswa terulang terjadi di SPN Dirgantara Batam dan mendukung Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusut tuntas agar peristiwa dugaan kekerasan terhadap siswa menjadi pelajaran sekolah lain di Batam
Yusril menduga ada yang tidak beres terkait penyelenggaraan pendidikan di SPN Dirgantara Batam dan sepatutnya pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri menaruh perhatian serius terkait kasus ini
“Diduga ada yang tidak beres terkait penyelenggaraan pendidikan di SPN Dirgantara Batam”, tegas Yusril yang juga penggiat aktifis
Baca Juga : SPN Dirgantara Batam Berulah Lagi ’10 Siswa Disekap’ KPAI Sebut Ada Unsur Pidana
Yusril memandang perlu Kemendikbud memeriksa kelayakan guru dan kepala sekolah SPN Dirgantara Batam terutama menyangkut kualifikasi akademik, sertifikat pendidik, dan kompentensi serta pengalaman bidang pendidikan.

Yusril mempertanyakan apa hubungan ruang terkesan sel atau penjara dengan bimbingan dan konseling?
Seharusnya pihak penyelenggara lebih menjadikan peserta didik memiliki kompentensi kedirgantaraan dan sikap humanis karena urusan penerbangan berhubungan dengan publik bukan berhubungan dengan medan perang
“Jika penyelenggara SPN Dirgantara Batam tidak mampu mewujudkan tujuan pendidikan lebih baik ditutup”, ujar Yusril.
(Rara)












