POJOKTIMES.COM | Batam – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Anies For Presiden Indonesia (AFPI) Suryanto Bone mengatakan wacana penundaan Pemilu 2024 serta perpanjangan masa jabatan Presiden RI, relawan AFPI yang sudah terbentuk secara Nasional sebanyak 27 Provinsi dan 75 Kabupaten/Kota ini tidak setuju dengan adanya wacana tersebut.
Menurutnya, secara tidak langsung menguntungkan bagi Presiden dan DPR/MPR serta pejabat lainya, di karenakan penambahan masa jabatan tanpa melalui Pemilu sudah mencederai konstitusi. Dia meminta sebaiknya wacana ini diurungkan.
“Tapi secara prinsip, kami relawan ini tidak setuju, karena kita berjuang untuk Pak Anies sebagai calon Presiden 2024,” tegas Surya Bone, diterima pojoktimes dari keterangan tertulis, Senin (28/2/2022)
Sedangkan, terkait isu pengangkatan Anies Baswedan sebagai Kepala Ibu Kota Nusantara (IKN) relawan AFPI dengan lugas menolak. Namun dia mengembalikan ke Anies Baswedan.
“Itu kita enggak setuju ya, adapun untuk pengangkatan Pak Anies sebagai Kepala apapun namanya, kami relawan AFPI, tidak setuju,” tuturnya.
Dia melihat saat ini hanya keinginan para penguasa mempertahankan kekuasaan, sehingga menunda pelaksanaan Pemilu 2024. Menurutnya, jika pemilu ditunda hingga tahun 2026 maka otomatis menambah kekuasaan selama dua tahun.
Pasalnya Pemilu 2024 dilakukan serentak, yakni memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPD RI dan DPRD. Dia tak mau wacana menunda Pemilu, otomatis akan menguntungkan Presiden dan Wakil Presiden, seluruh anggota DPR RI, DPD RI dan DPRD RI.
“Mereka semua diuntungkan, karena mendapat tambahan kekuasaan selama dua tahun, tanpa perlu berjuang dan keluar modal untuk bertarung dalam proses election,” kata Surya Bone.
Dia menyampaikan wacana tersebut tak lepas dari kehendak pemimpin yang disuarakan melalui sejumlah lembaga survei. Supaya dapat melanjutkan kekuasaannya hingga tiga periode jabatan atau setidak-tidaknya diperpanjang masa jabatannya hingga 2026.
“Dibuatlah alasan-alasan klasik yang tak logis. Walaupun publik juga tahu, dibalik wacana ini ada kehendak oligarki para Taipan,” jelasnya.
“Alasan penundaan dari soal situasi perekonomian negara sedang sulit, utang menggunung, juga biaya Pemilu hingga kini belum dianggarkan. Sumbernya juga belum jelas dari mana. Pandemi Covid-19 yang dikambing hitamkan, hingga soal rakyat yang diklaim masih menghendaki Joko Widodo menjadi Presiden lagi, semuanya tak logis dan tak relevan,” sambungnya.
Dia menilai kehendak pemimpin untuk terus berkuasa itu lumrah, karena politik dan kekuasaan itu candu. Politik itu tentu saja berkaitan dengan upaya memperoleh kekuasaan dan terus mempertahankannya. Begitu, kurang lebih definisi politik
Surya Bone melihat bahwa ide untuk memundurkan Pemilu sama saja memenggal aspirasi rakyat yang ingin mengoreksi kekuasaan melalui proses politik lima tahunan.
“Motifnya jadi terbaca, bukan untuk dan atas nama rakyat melainkan untuk melanggengkan kekuasaan. Sebaliknya, bangsa Indonesia harus konsisten dengan rumusan konstitusi yang telah disepakati para pendahulu bangsa. Jangan kutak katik konstitusi, dengan motif ingin mempertahankan kekuasaan,” tegasnya.
Dia mengaku senang saat pertama berjumpa dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat acara Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Swiss- Belhotel Harbourbay, Batam pada Jumat, 25 Februari 2022.
“Saya tahu ada pak Anies Baswedan di acara KAHMI, makanya kami ke sana,” katanya.
Surya Bone saat bertemu Anies Baswedan memperkenalkan Anies For Presiden Indonesia (AFPI) yang mendukung pencalonan Presiden 2024. Kemudian Anies Baswedan, lanjut Surya Bone, terkesima dan kagum mendengar AFPI lahir sebagai relawan tanpa ada pemberitahuan.
Sementara Anies Baswedan mengatakan berpesan agar kita bersama-sama Ikhtiar pada Allah SWT, semoga Allah memberikan jalan yang terbaik atas perjuangan kita semua.
“Namun perlu kita berbaik sangka pada siapapun dalam berjuang, jangan pernah menilai seorang dari satu sisi saja, dan jangan berburuk sangka, jangan mengkritisi siapapun termasuk Pemerintah, Teruskan Perjuangan” ujar Anies.***












