POJOKTIMES.COM | Batam – Kasus pembunuhan dan penganiayaan sadis yang menimpa almarhumah Dwi Putri Aprilian Dini (25) masih menjadi sorotan publik dan media nasional. Polsek Batu Ampar menggelar konferensi pers pada Senin (1/12) lalu untuk mengumumkan penetapan tersangka dalam kasus kekerasan yang diduga dilakukan secara terencana ini.
Tersangka utama, Wilson Lukman (28), bersama Meylika (36) alias Mami serta dua koordinator LC yang dikenal sebagai Papi Tama dan Papi Charles, kini menghadapi proses hukum atas dugaan tindak kekerasan mengarah pada pembunuhan berencana.

Peristiwa ini viral di berbagai platform media sosial dan memicu perhatian tokoh publik, influencer, dan masyarakat luas.
Tim Hotman 911 Siap Berikan Pendampingan Hukum untuk Kasus Pembunuhan di Batam
Dalam perkembangan terbaru, pengacara ternama Hotman Paris Hutapea dan tim Hotman 911 menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan hukum kepada keluarga korban.

Hal ini diunggah melalui akun Instagram resmi Hotman Paris pada Kamis, 4 Desember 2025, sebagai wujud komitmen mendukung penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.
IKBL Kepri Mengawal Kasus Pembunuhan Dwi Putri yang Viral
Ikatan Keluarga Besar Lampung (IKBL) Kepri juga aktif mengikuti perkembangan kasus pembunuhan Dwi Putri Aprilian Dini.
Ali Islami, Humas IKBL Kepri, menegaskan bahwa pihaknya memantau pemberitaan dan mendukung upaya penegakan hukum. Karena korban berasal dari Lampung, IKBL merasa bertanggung jawab untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas.
Peran Media Lokal dalam Mendukung Penegakan Hukum di Batam
Media lokal terus mempublikasikan update kasus pembunuhan ini. Dukungan media menjadi penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengawal proses hukum yang berlangsung di Batam.
Harapan Transparansi dan Profesionalisme Penegakan Hukum
Kasus pembunuhan dengan unsur kekerasan yang dialami oleh Dwi Putri Aprilian Dini menimbulkan harapan besar agar aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan transparan tanpa adanya intervensi pihak manapun.
Banyak warganet di media sosial khususnya TikTok mengaku pernah menjadi korban tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh Wilson ketika masih beroperasi di bawah MK Agency, membuka kemungkinan adanya korban lain yang harus diusut. ***












