POJOKTIMES.COM | Batam – Bea Cukai Batam melaksanakan kegiatan Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai periode tahun 2025. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bea Cukai Batam dalam menjalankan tugas pengawasan secara tertib, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah, menyampaikan bahwa barang-barang yang dimusnahkan berasal dari hasil penindakan hingga periode Juli 2025 dan telah ditetapkan statusnya sebagai Barang Milik Negara.
“Total barang yang dimusnahkan mencapai 136 ton dengan nilai estimasi sekitar Rp15,8 miliar dan potensi kerugian negara sebesar Rp12,4 miliar,” jelas Zaky, Rabu (5/11/2025) di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.

Barang yang dimusnahkan terdiri atas berbagai jenis komoditas seperti hasil tembakau, minuman mengandung alkohol, pakaian bekas (ballpress), handphone, perabot rumah tangga, makanan dan obat tidak layak edar, senjata dan komponennya, hingga produk kimia dan logam. Pemusnahan dilakukan di dua lokasi, yaitu Kantor Bea Cukai Batam dan PT Desa Air Cargo.
Melalui pengawasan yang berkesinambungan dari hulu hingga hilir, Bea Cukai Batam terus berupaya menekan peredaran Barang Kena Cukai ilegal serta memastikan kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha.“Bea Cukai Batam berkomitmen menegakkan aturan secara adil dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” tegas Zaky.
Kinerja pengawasan yang semakin kuat juga berdampak positif terhadap penerimaan negara. Hingga Oktober 2025, Bea Cukai Batam telah membukukan penerimaan sebesar Rp755,87 miliar atau 167% dari target.
Zaky menambahkan, Bea Cukai Batam akan terus meningkatkan kinerja pengawasan dan pelayanan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Batam dan Kepulauan Riau dalam upaya pemberantasan penyelundupan. Mari bersama wujudkan Batam yang bersih dan berdaya saing,” tutupnya.












