News  

Geger di Gaza: ‘Mic Bocor’ Prabowo-Trump dan Rumor Israel Jadi Headline Dunia

Media internasional menyoroti momen mic bocor yang mengungkap percakapan informal Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Gaza Peace Summit. (Foto: REUTERS/Suzanne Plunkett)

POJOKTIMES.COM | Batam – Perhelatan Gaza Peace Summit di Mesir pada 13 Oktober lalu, yang seharusnya fokus pada upaya perdamaian, justru diwarnai kejadian tak terduga. Momen ‘mic bocor’ yang merekam percakapan antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden AS, Donald Trump, menjadi sorotan utama media internasional. Tak hanya itu, rumor tentang rencana kunjungan Prabowo ke Israel pun ikut memanaskan suasana.

‘Mic Bocor’: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sejumlah media ternama seperti The Guardian, The Independent, dan ABC News tak ketinggalan menyoroti insiden ‘mic bocor’ ini. Laporan mereka mengungkap bagaimana percakapan Prabowo dan Trump terekam tanpa sepengetahuan keduanya. The Guardian dan The Independent secara khusus menyoroti permintaan Prabowo untuk bisa bertemu dengan Eric Trump, putra Donald Trump, yang menduduki posisi penting di Trump Organization.

ABC News kemudian mengangkat isu potensi konflik kepentingan. Mereka mengutip kritikan dari Tony Carrk dari Accountable.US, yang menilai Trump seolah memanfaatkan forum internasional untuk mempromosikan bisnis keluarganya di Indonesia. Nama Hary Tanoesoedibjo, pemilik MNC Land yang memiliki kerjasama bisnis dengan Trump Organization, juga ikut terseret dalam pemberitaan ABC News.

Sementara itu, South China Morning Post (SCMP), media asal China, melihat kejadian ini dari sudut pandang yang berbeda. Mereka mempertanyakan, apakah tindakan Prabowo tersebut lebih didasari oleh kepentingan nasional atau justru kepentingan pribadi? Pertanyaan ini tentu memicu perdebatan di kalangan pengamat politik.

Rumor Kunjungan ke Israel: Klarifikasi dari Pemerintah Indonesia

Selain insiden ‘mic bocor’, media Singapura, The Straits Times, menyoroti rumor yang menyebutkan Prabowo berencana mengunjungi Israel. Kabar ini sontak memicu kekhawatiran di Indonesia, mengingat posisi Indonesia yang selama ini dikenal sebagai pendukung kuat perjuangan Palestina. Dr. Hendra Manurung dari Universitas Pertahanan Indonesia bahkan mengingatkan bahwa kunjungan semacam itu berpotensi memicu aksi protes dari berbagai kelompok Muslim di Indonesia.

Menanggapi rumor yang beredar, Kementerian Luar Negeri RI dengan cepat memberikan klarifikasi. Anadolu Agency dan IRNA memberitakan bantahan tersebut, menegaskan bahwa Prabowo tidak memiliki agenda untuk melakukan kunjungan ke Israel. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!