POJOKTIMES.COM – Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes Anas Ma’ruf yang mewakili pemerintah mengimbau masyarakat untuk segera menghapus aplikasi Electronic Health Alert (e-HAC) lama yang ada di handphone atau smartphone.
Pasalnya, tim peneliti VPNMentor Noam Rotem dan Ran Local menyebutkan bahwa e-HAC tidak mempunyai privasi maupun protokol keamanan data yang mumpuni yang menjadi penyebab data pribadi lebih dari 1,3 juta pengguna e-HAC terekspos melalui server.
VPNMentor melaporkan bahwa tidak hanya data pengguna e-HAC yang bocor, tetapi seluruh infrastruktur yang berkenaan dengan e-HAC.
Selain itu, pihak VPNMentor mengaku telah menghubungi Kemenkes pada 21 Juli 2021 dan 26 Juli 2021. Namun, ia mengaku belum mendapatkan respon dari Kemenkes.
VPNMentor turut mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghubungi pihak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada 22 Agustus 2021 dan telah mendapat respons, sehingga pada 24 Agustus 2021 segera dilakukan tindakan.
Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk menghapus aplikasi e-HAC yang lama dari smartphone atau ponsel pintar.
Kememkes menduga kebocoran data masyarakat dan pejabat berasal dari aplikasi e-HAC lama.
“Pemerintah juga meminta kepada masyarakat untuk menghapus, menghilangkan, men-delete atau uninstall aplikasi e-HAC yang lama yang terpisah,” kata Anas Ma’ruf.












