News  

‘Iron Dome Israel’ Kelebihan dan Kelemahan Menurut Ahli Militer

Seluruh dunia beberapa hari lalu menyaksikan bagaimana langit malam di sekitar wilayah Gaza dan Israel diwarnai kilatan cahaya yang berpendar seperti pertempuran di udara diwarnai suara sirene.

Itu adalah pemandangan ketika Iron Dome, sistem pertahanan Israel, tengah mengantisipasi serangan bertubi-tubi roket Hamas, kelompok militan Gaza.

Sistem pertahanan Iron Dome sudah berusia sekitar satu dasawarsa dan menurut Israel Iron Dome punya tingkat efektivitas sekitar 90 persen dalam membendung roket-roket jarak pendek yang biasa digunakan Hamas atau kelompok lain di wilayah konflik itu.

Jean-Loup Samaan, peneliti di Universitas Nasional Singapura yang sudah mempelajari sistem pertahanan rudal Israel mengatakan Iron Dome memberikan semacam “jaminan” bagi keselamatan dan perlindungan bagi nyawa dan harta benda warga Israel.

Menghadapi Iron Dome, Hamas berupaya mencari cara untuk menembus pertahanan itu dengan meluncurkan ratusan roket sekaligus karena mereka mengetahui sebagian besar dari roket-roket itu akan diantisipasi oleh Iron Dome dan berharap masih ada roket yang luput dan mendarat di wilayah Israel.

Menurut Israel, sejak Jumat lalu Hamas sudah meluncurkan 2.200 roket dan Iron Dome mampu membendung sekitar 85-90 persen serangan roket itu.

Dilansir dari laman Vox, berikut penjelasan Samaan tentang Iron Dome:

Apa itu Iron Dome?

Iron Dome adalah sistem pertahanan udara, artinya alat ini mampu mencegat datangnya roket di wilayah Israel. Proyek ini dimulai pada 2007 dan mulai aktif pada 2011. Iron Dome mampu mengantisipasi serangan roket jarak pendek, helikopter, pesawat nirawak hingga daya jangkau 70 kilometer. Alat ini bisa ditempatkan di darat dan laut.

Iron Dome diproduksi oleh Rafael Advanced System dan sistem radarnya dikembangkan oleh Elta. Pembuatan Iron Dome dipicu sejumlah serangan roket oleh Hizbullah dan Hamas pada tahun 2000-an. Pada Perang Libanon 2006, sekitar 4.000 roket diluncurkan ke wilayah utara Israel dan menewaskan sekitar 44 warga dan 250.000 lainnya mengungsi.

Roket hamas vs iron dome israel, anas baba/AFP

Bagaimana cara kerja Iron Dome?

Iron Dome pada dasarnya punya tiga komponen, seperti halnya sebagian besar sistem pertahan udara yang ada: radar untuk mendeteksi datangnya roket; sistem komando dan pengendali untuk memproses informasi dan mengaktifkan komponen ketiga: pencegat–yaitu rudal yang bertugas menghancurkan roket.

Jadi rudal itu menghancurkan roket di udara?

Betul.

Iron Dome punya tiga peluncur vertikal dengan masing-masing memuat 20 rudal.

Menurut penelitian 2013 oleh Yiftah S Shapur, salah satu kelebihan Iron Dome adalah mengidentifikasi dan mengansipiasi dampak dari serangan roket, memperkirakan kapan dan di mana roket itu akan jatuh, apakah di area terbuka atau kawasan pemukiman dan memutuskan apakah perlu diantisipasi atau tidak. Hal ini untuk menghindari antisipasi tidak perlu jika roket yang diluncurkan akan jatuh di kawasan kosong dan tidak menimbulkan kerusakan.

Iron Dome memiliki varian I-DOME yang memuat seluruh komponen pada satu truk dan C-DOME yang bisa dipasang di kapal perang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!