News  

IRGC Gelar Latihan Militer Besar di Iran Selatan, Ketegangan dengan AS Meningkat

POJOKTIMES.COM | Iran – Garda Revolusi Iran (IRGC) menggelar latihan militer besar-besaran di sepanjang pantai selatan Iran pada Selasa (24/2), di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) terkait isu nuklir dan pengerahan militer di kawasan Teluk Persia.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars, berbagai unit Pasukan Darat IRGC ambil bagian dalam Latihan Gabungan 1404 yang bertujuan meningkatkan kesiapan tempur menghadapi potensi ancaman eksternal.

Latihan militer Iran ini menampilkan teknologi tempur modern, termasuk pengerahan drone, amunisi jelajah, serta sistem rudal balistik terbaru. IRGC juga menerapkan taktik peperangan baru yang diklaim mampu meningkatkan efektivitas serangan presisi.

Salah satu sorotan utama adalah rudal balistik Rezvan yang dilaporkan mampu mengintegrasikan data sasaran dengan drone bunuh diri Shahed-136. Sinergi sistem ini memungkinkan serangan presisi tinggi terhadap target yang telah ditentukan sebelumnya. Drone tersebut menghantam sasaran dengan dukungan data navigasi dari unit rudal darat.

Selain itu, pasukan khusus IRGC melakukan simulasi operasi untuk mencegah musuh mendekati garis pantai melalui dukungan artileri serta serangan dari pantai ke laut.

Komandan Pasukan Darat IRGC, Brigjen Mohammad Karami, mengatakan seluruh unit menjalankan operasi sesuai rencana di berbagai sektor, termasuk rudal, artileri, drone, lapis baja, dan unit mekanis.

Dalam latihan terpisah pada Kamis, unit rudal Pasukan Darat IRGC juga menguji sistem rudal baru dengan berbagai jangkauan. Salah satu rudal dilaporkan diluncurkan ke satu target sebelum kemudian menghantam target lain di lokasi berbeda.

Menurut para komandan IRGC, sistem tersebut dilengkapi teknologi navigasi terbaru dengan tingkat akurasi tinggi serta hulu ledak yang mampu menembus konvoi dan posisi pertahanan musuh. Brigjen Mohammad Hadi Sefidchian menambahkan bahwa langkah pertahanan pasif, termasuk dalam bidang peperangan elektronik, turut diterapkan.

Latihan militer ini berlangsung sepekan setelah Angkatan Laut IRGC menggelar latihan besar di Selat Hormuz di bawah pengawasan Mayor Jenderal Mohammad Pakpour.

Ketegangan meningkat setelah AS mengerahkan kapal induk dan pesawat pengebom ke kawasan Teluk Persia dalam beberapa pekan terakhir. Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Washington akan mempertimbangkan opsi militer jika perundingan nuklir dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Putaran ketiga perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman dijadwalkan berlangsung Kamis di Jenewa. Iran diperkirakan akan mempresentasikan rancangan program nuklirnya kepada AS.

Meski jalur diplomasi masih terbuka, kedua pihak menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan konfrontasi militer, sehingga meningkatkan ketidakpastian di kawasan Timur Tengah.

Sumber: Anadolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!