News  

Ketegangan AS-Iran Memanas, Sejumlah Negara Minta Warganya Tinggalkan Teheran

POJOKTIMES.COM | Jakarta – Sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan di Iran dengan meminta warganya segera meninggalkan negara tersebut. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington yang memicu kekhawatiran akan potensi konflik bersenjata.

Ketegangan memuncak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengultimatum Iran agar menyepakati negosiasi nuklir dalam waktu 10 hari. Putaran ketiga perundingan nuklir antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pekan ini di Jenewa, Swiss. Di tengah dinamika tersebut, sejumlah negara memilih mengambil langkah antisipatif demi melindungi warga mereka.

Jerman

Kedutaan Besar Jerman di Teheran kembali mengimbau warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran. Pemerintah Jerman menilai situasi keamanan di Iran dan kawasan sekitarnya sangat tidak stabil, dengan kemungkinan bentrokan militer yang tidak bisa diabaikan. Selain itu, pembatasan lalu lintas udara, termasuk pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara, dapat terjadi sewaktu-waktu. Layanan konsuler Jerman di Teheran pun disebut hanya tersedia secara terbatas.

Serbia

Pemerintah Serbia juga meminta warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran dalam waktu dekat. Warga Serbia yang saat ini berada di Iran diminta segera meninggalkan negara tersebut menyusul memburuknya kondisi keamanan akibat ketegangan terkait program nuklir Iran.

Swedia

Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menegaskan pentingnya warga Swedia untuk tidak bepergian ke Iran dan mendesak mereka yang masih berada di sana agar segera keluar. Ia menyebut situasi di Iran dan kawasan sekitarnya sangat tidak pasti. Meski jalur keluar masih tersedia melalui penerbangan dan perbatasan darat, pemerintah Swedia memperingatkan bahwa kemungkinan evakuasi resmi sangat terbatas jika kondisi memburuk.

Polandia

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, turut meminta seluruh warga Polandia meninggalkan Iran sesegera mungkin. Ia memperingatkan bahwa potensi konflik sangat nyata dan situasi dapat berubah dalam hitungan jam, sehingga evakuasi bisa saja tidak lagi memungkinkan dalam waktu dekat.

India

Kementerian Luar Negeri India juga mengeluarkan imbauan serupa. Warga negara India yang berada di Iran diminta memanfaatkan transportasi yang tersedia, termasuk penerbangan komersial, untuk segera meninggalkan negara tersebut. Pemerintah India memperkirakan terdapat sekitar 10.000 warga negaranya di Iran dan meminta mereka untuk terus memantau perkembangan situasi serta menjaga komunikasi dengan kedutaan.

Korea Selatan

Kedutaan Besar Korea Selatan di Iran memperingatkan bahwa situasi keamanan dapat memburuk dengan cepat. Warga Korea Selatan diminta untuk mencermati pemberitaan serta mengikuti arahan kedutaan. Mereka yang tidak memiliki keperluan mendesak disarankan segera meninggalkan Iran demi keselamatan pribadi.

Gelombang imbauan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran komunitas internasional terhadap kemungkinan eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai arah perundingan maupun langkah lanjutan yang akan diambil oleh pihak-pihak terkait. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!