News  

Aktivitas Misterius Kapal Kayu di Sekitar Pelabuhan Haji Sage, Pengawasan Dipertanyakan

POJOKTIMES.COM | Batam — Aktivitas kapal kayu di perairan Tanjung Sengkuang, sekitar Pelabuhan Haji Sage, berlangsung terang-terangan dan berulang. Bongkar muat dilakukan dari titik yang sama, pada jam-jam minim lalu lintas umum. Polanya konsisten. Jalurnya tetap.

Kapal-kapal tersebut disebut bergerak menuju sejumlah wilayah di Kepulauan Riau, termasuk Tanjung Balai Karimun. Aktivitas kerap terjadi malam hingga dini hari—waktu yang lazim dipilih ketika pengawasan publik melemah.

“Sudah lama seperti itu. Datang, bongkar cepat, lalu berangkat lagi,” ujar seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.

Sebagai otoritas kepabeanan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki mandat memastikan setiap arus barang antarwilayah kepabeanan dilengkapi dokumen resmi dan tercatat. Di sisi lain, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bertanggung jawab atas pengawasan lalu lintas kapal dan aktivitas pelabuhan.

Jika aktivitas ini legal, publik berhak mengetahui mekanisme kontrolnya: apakah dokumen diperiksa? apakah manifes diverifikasi? apakah ada patroli rutin? Jika tidak, potensi pelanggaran terbuka—mulai dari penghindaran kewajiban fiskal hingga distribusi barang tanpa pengawasan negara.

Sebagai kawasan strategis perbatasan, Batam bukan titik pinggiran. Setiap celah pengawasan berisiko menimbulkan distorsi ekonomi dan potensi kerugian negara.

Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Bea Cukai maupun KSOP terkait aktivitas rutin kapal kayu tersebut. Redaksi masih menunggu jawaban atas pertanyaan mendasar: apakah negara hadir di sana?

Di wilayah yang menjadi simpul perdagangan dan pintu keluar-masuk barang, pembiaran—jika itu yang terjadi—adalah preseden buruk. Transparansi dan penindakan bukan pilihan, melainkan kewajiban. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!