POJOKTIMES.COM | Batam — Isu penyelamatan lingkungan Kota Batam menjadi sorotan dalam sebuah dialog yang membahas dampak pembangunan terhadap keberlanjutan lingkungan. Dalam diskusi tersebut, pemerhati lingkungan Azhari Hamid mengingatkan bahwa pesatnya pembangunan di Batam perlu diimbangi dengan perencanaan yang berwawasan lingkungan agar tidak menimbulkan kerusakan jangka panjang.
Dikutip dari dialog yang disiarkan melalui Channel YouTube RRI Batam, Rabu (28/1), Azhari Hamid menyampaikan bahwa alih fungsi lahan, berkurangnya kawasan resapan air, serta aktivitas pembangunan yang tidak terkendali menjadi faktor utama terjadinya degradasi lingkungan di Batam. Kondisi ini dinilai berpotensi memperparah persoalan lingkungan apabila tidak segera ditangani secara serius.
Ia menjelaskan bahwa dampak kerusakan lingkungan tidak hanya dirasakan oleh alam, tetapi juga langsung memengaruhi kehidupan masyarakat. Sejumlah persoalan yang muncul antara lain meningkatnya risiko banjir di kawasan permukiman, menurunnya kualitas sumber air bersih, serta pencemaran laut yang berdampak pada aktivitas nelayan dan masyarakat pesisir.
Dalam dialog tersebut juga disoroti pentingnya menjaga kawasan hijau dan daerah tangkapan air sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem. Hilangnya daerah resapan air akibat pembangunan dinilai dapat memperburuk kondisi lingkungan dan meningkatkan potensi bencana di wilayah perkotaan.
Azhari Hamid menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mengendalikan dampak pembangunan terhadap lingkungan. Penegakan aturan tata ruang, pengawasan terhadap aktivitas pembangunan, serta ketegasan dalam menindak pelanggaran lingkungan disebut sebagai langkah penting untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Selain peran pemerintah, keterlibatan masyarakat dan dunia usaha juga dinilai sangat penting. Kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan Kota Batam.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Perubahan pola hidup yang lebih ramah lingkungan, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan perairan, dinilai dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten.
Melalui diskusi tersebut, diharapkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup semakin meningkat. Upaya penyelamatan lingkungan dinilai menjadi kunci agar pembangunan di Kota Batam dapat berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, demi kesejahteraan masyarakat dan generasi mendatang. (*)












