POJOKTIMES.COM | Batam – Aktivitas cut and fill di Kota Batam kian tak terkendali. Pengerukan dan penimbunan tanah yang berlangsung masif di berbagai titik bukan hanya meninggalkan jejak kerusakan lingkungan, tetapi juga memicu ancaman nyata terhadap keselamatan publik. Kecelakaan dump truck pengangkut tanah yang terbalik di jalan raya terjadi berulang dalam waktu berdekatan, menimbulkan pertanyaan serius soal pengawasan pemerintah daerah.
Dalam sepekan terakhir, setidaknya dua kecelakaan dump truck pengangkut tanah terjadi di lokasi berbeda. Pada Sabtu (17/1) sore, sebuah dump truck terbalik di kawasan Tiban Lama, menyebabkan kemacetan panjang dan mengganggu aktivitas warga. Selang tiga hari kemudian, Selasa (20/1), insiden serupa kembali terjadi di kawasan Baloi dan kembali melumpuhkan arus lalu lintas.
Rangkaian kejadian tersebut memperkuat keluhan warga yang sejak lama menyoroti lalu lintas truk tanah yang melintas dengan kecepatan tinggi dan muatan berlebih. Para pengemudi diduga mengejar target jumlah trip harian, sehingga mengabaikan standar keselamatan berkendara.

“Kalau sudah jam-jam tertentu, truk tanah seperti tidak terkendali. Ngebut, muatan tinggi, kadang roda sudah miring. Tinggal tunggu waktu saja terbalik,” kata seorang warga Tiban Lama.
Fakta bahwa kecelakaan terjadi berulang di lokasi berbeda memunculkan dugaan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas angkutan tanah yang berkaitan langsung dengan proyek cut and fill. Hingga kini, belum terlihat pengetatan signifikan terhadap jam operasional, pembatasan muatan, maupun penindakan terhadap sopir dan perusahaan pengangkut.
Di sisi lain, aktivitas cut and fill skala besar juga berdampak pada lingkungan. Hilangnya kontur tanah alami, berkurangnya daerah resapan air, hingga polusi debu di kawasan permukiman menjadi keluhan yang terus berulang. Kerusakan jalan akibat tonase dump truck yang melebihi kapasitas pun dinilai sebagai kerugian jangka panjang bagi daerah.
Sejumlah warga menilai pemerintah daerah dan instansi terkait cenderung reaktif, baru turun tangan setelah kecelakaan terjadi. Padahal, aktivitas angkutan tanah berlangsung setiap hari dan dapat dipantau dengan mudah.
“Kalau memang ada pengawasan, kejadian seperti ini tidak berulang. Jangan tunggu ada korban dulu,” ujar warga Baloi.
Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kota Batam untuk membuka secara transparan mekanisme pengawasan aktivitas cut and fill, termasuk perizinan proyek, jalur angkutan tanah, serta standar keselamatan yang wajib dipatuhi. Penegakan hukum yang konsisten dinilai penting agar pembangunan tidak berjalan dengan mengorbankan keselamatan warga.
Hingga kini, publik masih menunggu langkah konkret dari Pemko Batam dan instansi terkait untuk memastikan aktivitas cut and fill berjalan sesuai aturan, serta tidak terus menimbulkan risiko bagi lingkungan dan keselamatan masyarakat. ***












