POJOKTIMES.COM | Malang – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang pada Selasa (13/1/2026). Dalam agenda tersebut, Presiden direncanakan meresmikan SMA Taruna Nusantara di Pagak, Kabupaten Malang sekaligus melakukan penandatanganan prasasti.
Namun, kedatangan Presiden Prabowo ke Malang turut mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang. Ketua Umum HMI Cabang Malang, Mirdan Idham, menilai masih banyak persoalan fundamental yang seharusnya menjadi prioritas perhatian pemerintah, khususnya terkait bencana besar yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Menurut Mirdan, pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo perlu segera menetapkan status bencana tersebut sebagai bencana nasional mengingat dampak kerusakan dan jumlah korban yang terus meningkat.
“Ini harus terus kami suarakan. Dengan kondisi korban dan kerusakan sebesar ini, kami mendesak Presiden Prabowo untuk segera menetapkan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sebagai bencana nasional,” tegas Mirdan dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi PojokTimes, Selasa (13/1).
Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (11/1/2026) pagi, tercatat 1.180 orang meninggal dunia, sementara 145 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Selain itu, sekitar 238.000 jiwa terpaksa mengungsi akibat rusaknya tempat tinggal dan potensi ancaman bencana susulan.
Kerusakan yang ditimbulkan juga sangat besar. BNPB melaporkan 175.126 rumah rusak di 53 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, 53.432 rumah rusak berat, 45.106 rusak sedang, dan 76.588 rusak ringan. Tidak hanya rumah warga, fasilitas publik juga terdampak parah. Sedikitnya 215 fasilitas kesehatan, 3.188 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 776 jembatan, serta 2.056 ruas jalan mengalami kerusakan dalam berbagai tingkat.
Korban meninggal terbanyak tercatat di Aceh dengan 544 orang, disusul Sumatera Utara sebanyak 372 orang, dan Sumatera Barat sebanyak 264 orang. Jika dirinci, korban tertinggi berada di Kabupaten Aceh Utara dengan 230 orang, Kabupaten Agam Sumatera Barat 194 orang, serta Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara 129 orang.
Melihat kondisi tersebut, HMI Cabang Malang menilai pemerintah harus lebih fokus dan serius dalam mengerahkan bantuan dan memberi perhatian penuh atas penanganannya
“Ini tentu hal yang paling penting dan harus terus menjadi sorotan kita bersama, terutama pemerintah di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto harus lebih fokus dan serius dalam mengerahkan bantuan dan memberi perhatian penuh atas penanganan di lokasi bencana,” tegas Mirdan. (*)












