Dengan berakhirnya kontrak, Vanenburg dan Van Kempen otomatis tak lagi memiliki keterikatan dengan Timnas Indonesia, baik di level senior, U-23, maupun U-20. PSSI menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi keduanya selama bertugas di Indonesia.
Gerald Vanenburg dan Frank van Kempen sebelumnya digadang-gadang membawa sentuhan Eropa untuk membangun fondasi kuat di skuad muda Garuda. Keduanya datang dengan reputasi besar di sepak bola Belanda serta pengalaman panjang dalam pengembangan pemain muda. Kehadiran mereka sempat memberikan harapan baru bagi sepak bola Indonesia.
Namun, perjalanan mereka bersama Indonesia tidak berlangsung lama. Setelah menjalani beberapa bulan kerja sama, arah visi dan strategi pembinaan disebut tidak lagi sejalan dengan rencana jangka panjang PSSI. Hal ini menjadi alasan utama mengapa PSSI memutuskan untuk mengakhiri kerja sama.
PSSI menilai perubahan komposisi kepelatihan penting dilakukan demi menyesuaikan kebutuhan pembinaan yang lebih terarah. Evaluasi menyeluruh ini menjadi sinyal serius federasi ingin memastikan setiap jenjang tim nasional memiliki kesinambungan program. Langkah ini juga memperlihatkan bagaimana PSSI tengah bergerak cepat menyusun ulang strategi besar sepak bola nasional.
Setelah Patrick Kluivert dipecat dari jabatan pelatih kepala, kepergian dua pelatih kelompok usia lainnya menjadi kelanjutan dari restrukturisasi besar di tubuh tim kepelatihan. Restrukturisasi ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi sepak bola Indonesia.
Meski tidak dijelaskan secara rinci alasan pemutusan kerja sama, keputusan ini disebut hasil kesepakatan bersama yang dilakukan secara profesional. PSSI menegaskan tidak ada konflik personal dan semua pihak berpisah dalam suasana baik. Bagi sebagian penggemar sepak bola Tanah Air, kabar ini terasa mengejutkan.
Pasalnya, Vanenburg dan Van Kempen sempat dinilai membawa metode latihan modern dan pendekatan berbeda yang dianggap cocok untuk pemain muda Indonesia. Namun, PSSI tampaknya ingin menyesuaikan sistem pembinaan agar lebih sinkron dengan kebutuhan jangka panjang.












