POJOKTIMES.COM | Batam – Kasus kematian seorang pelajar Korea Selatan di Kamboja membuka tabir gelap praktik penipuan online yang melibatkan ribuan warga negara asing. Otoritas Korea Selatan (Korsel) mengungkapkan, sekitar 1.000 warganya terindikasi bekerja di pusat-pusat online scam Kamboja yang beroperasi secara ilegal.
Penasihat Keamanan Korsel, Wi Sung Lac, menyatakan bahwa diperkirakan ada sekitar 200.000 orang dari berbagai negara yang bekerja di industri penipuan online di Kamboja. Industri ini menargetkan korban di seluruh dunia, termasuk Korea Selatan.
“Jumlah warga Korea Selatan yang terlibat diperkirakan mencapai 1.000 orang. Meskipun sulit diverifikasi secara pasti, ini adalah perkiraan yang umum di kalangan otoritas,” ujar Wi, seperti dikutip dari AFP pada Rabu (15/10/2025).
Pemerintah Korsel berkomitmen untuk memulangkan seluruh warganya yang menjadi korban kejahatan transnasional ini. Saat ini, 63 warga Korsel diyakini ditahan oleh pihak berwenang Kamboja, termasuk mereka yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Kasus Pelajar Korsel Jadi Pemicu
Kasus ini mencuat setelah seorang pelajar asal Seoul ditemukan tewas di Kamboja. Korban dilaporkan diculik dan disiksa hingga meninggal dunia. Jasadnya ditemukan pada 8 Agustus 2025 dengan luka memar di sekujur tubuh.
Tiga warga negara China telah didakwa atas kasus pembunuhan dan penipuan online ini. Mereka kini ditahan sambil menunggu proses persidangan.
Tergiur Gaji Tinggi, Berujung Penipuan
Otoritas Korsel melaporkan bahwa banyak warganya yang menjadi korban penipuan online di Kamboja karena tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi. Mereka tidak menyadari bahwa mereka direkrut untuk menjadi bagian dari sindikat kejahatan transnasional.
Kementerian Luar Negeri Korsel mencatat, sekitar 330 warga Korsel dilaporkan hilang atau ditahan di Kamboja selama periode Januari-Agustus tahun ini. Namun, angka ini kini menurun menjadi 80 orang.
Skala Massal Pelanggaran HAM
Amnesty International menyebutkan bahwa pelanggaran di pusat-pusat online scam Kamboja terjadi dalam “skala massal”. Setidaknya ada 53 kompleks online scam di Kamboja yang menjadi tempat praktik perdagangan manusia, kerja paksa, penyiksaan, hingga perbudakan.
Upaya Pemerintah Korsel
Pemerintah Korsel berencana melakukan upaya diplomatik dengan pemerintah Kamboja untuk mengatasi masalah ini. Korsel akan mengirim tim khusus ke Kamboja untuk membahas kasus pekerjaan palsu dan pusat penipuan online yang melibatkan warganya.
Tim tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Kedua Kim Ji Na dan beranggotakan pejabat dari kepolisian dan badan intelijen nasional. Warga Korsel yang dipulangkan nantinya akan menghadapi proses hukum karena diduga terlibat dalam skema penipuan online.












