Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengaku belum mengetahui laporan bahwa parlemen Inggris melarang pejabat China mengunjungi pemakaman Ratu Elizabeth II di Westminster Hall.
Meski begitu, Ning menegaskan bahwa Inggris harus mengikuti protokol diplomatik dan bersikap sopan santun dalam menerima tamu kenegaraan.
Duta Besar China untuk Inggris, Zheng Zeguang, pun sudah menandatangani buku belasungkawa di Lancaster House beberapa hari lalu.
Tahun lalu, Parlemen Inggris sempat melarang Zheng menghadiri sesi di parlemen London. Hal itu dilakukan setelah Beijing memberikan sanksi kepada beberapa anggota parlemen Inggris yang bicara terang-terangan tentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap etnis Muslim Uygur di wilayah Barat, Xinjiang.
Setidaknya 2.200 tamu undangan akan menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II Senin besok. Beberapa kepala negara yang akan hadir antara lain Presiden AS Joe Biden, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, PM Australia Anthony Albanese, PM Kanada Justin Trudeau, hingga Kaisar Jepang Naruhito.
Presiden China Xi Jinping sebenarnya masuk dalam daftar undangan. Namun, Xi diproyeksi tak hadir.
Xi mengirim pesan belasungkawa yang mendalam kepada Raja Charles pada 9 September 2022 lalu atau satu hari setelah kematian Ratu Elizabeth II.(*)












