POJOKTIMES.COM | Batam – Seruan aksi menolak kenaikan harga BBM subsidi dan usut tuntas dugaan kasus penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Bhakti, disuarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Batan dan pemuda Belakangpadang, di depan Kantor DPRD Kota Batam, Batamcentre, Kamis (8/9/2022).
Ada beberapa tuntutan yang disampaikan, Dedy selaku koordinator aksi. Antara lain, meminta DPRD Batam bersama masyarakat kota Batam menolak secara tegas kenaikan BBM bersubsidi. Mendesak pemerintah untuk segera menetapkan kebijakan subsidi tepat sasaran. Mendorong pemerintah untuk transparan dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi.
“Inilah yang menjadi permasalahan di hulu. Di mana harga BBM kita naik akibat subsidi tidak tepat sasaran. Masyarakat sudah susah tambah susah. Kita ingin pemerintah fokus kepada penentasan kemiskinan. Kami juga mendesak pemerintah memberantas mafia migas, karena banyak penimbunan minyak di sana sini,” katanya.
Tuntutan lain juga disampaikan terkait dugaan penggelapan dana KSP Karya Bhakti yang mencapai Rp6 miliar yang tercium dari tahun 2015 lalu hingga 2022. Sampai saat ini, masyarakat dirugikan karena tidak ada kejelasan nasib nasabah. Yakni mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk ikut andil membantu dalam penyelesaikan permasalahan sampai selesai. Mendesak Pemko Batam untuk mengarahkan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam bekerja dengan serius dan penuh tanggungjawab untuk menyelesaikan masalah ini.
Kemudian, mendesak DPRD Kota Batam ikut andil mengawasi permasalahan ini sampai tuntas. Dan terakhir mendorong Polri untuk aktif mengusut tuntas semua pihak terlibat terkait dugaan penggelapan dana KSP Karya Bhakti. Karena kasus ini kata Dedy, banyak masyarakat Belakangpadang yang dirugikan.
“Gara-gara kasus ini ada yang gagal nikah, tidak bisa berobat, tidak bisa Umrah, dan lainnya. Jadi kami minta tuntutan kami diperhatikan Pemko Batam, DPRD, dan kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini,” tegasnya.












