Oleh karena itu, lanjut Gubernur Ansar perlu untuk menjaga potensi dan kedaulatan Indonesia di Kepri dengan bergandengan tangan dan kerja sama berbagai pihak. Salah satunya dengan pers. Pers sebagai penyedia informasi, corong dunia, negara, dan rakyat, maka pers memiliki peran penting menjaga kedaulatan dan merawat perbatasan.
“Jangkauan informasi itu penting, oleh karena itu untuk mendukung agar pers dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, kita harus membangun infrastruktur. Tahun ini akan terbangun 76 BTS di daerah 3T, khususnya di Kabupaten Natuna, Anambas, dan Lingga, baik melalui kerjasama dengan BAKTI Kominfo maupun BTS operator seluler swasta. Supaya wilayah-wilayah blankspot tersebut bisa terjamah jaringan yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif” imbuh Gubernur.
Selain itu, Gubernur Ansar menambahkan untuk merawat daerah perbatasan, perlu dorongan untuk peningkatan profesionalitas Pers dan meningkatkan akreditasinya di berbagai jenjang yang telah diatur Dewan Pers dan KPI.
“Kita akan siapkan anggaran untuk teman-teman jurnalis untuk ikut kursus bahasa asing, karena kita berbatasan langsung dengan negara tetangga maka saya kira kompetensi itu yang kita perlukan. Nah, kolaborasi seperti inilah yang ingin kita bangun bersama agar dapat merawat kedaulatan dan perbatasan” ujar Gubernur Ansar.
Terakhir Gubernur Ansar menyampaikan terima kasih kepada Dewan Pers dan KPI pusat
yang telah menganugerahi Kepri sebagai Provinsi dengan Kemerdekaan/Kebebasan Pers terbaik di Indonesia tahun 2021 dan Provinsi Terbaik Nasional KPI Award 2021.
“Anugerah ini kita persembahkan bagi insan pers di Kepri terutama yang bertugas di daerah perbatasan. Di Kepri, insan pers cukup berbahagia. Tidak ada intimidasi, Kepala Daerah dan jajaran OPD selalu terbuka dengan informasi. Maka alhamdulillah dan wajar Dewan Pers dan KPI memberikan Kepri anugerah. Mari kita jaga dan pertahankan prestasi ini dengan selalu meningkatkan kolaborasi” tutup Gubernur Ansar.***












