POJOKTIMES.COM I Batam – Aksi kejar-kejaran antara petugas Polairud Polresta Barelang dengan speedboat mesin 30 K yang diduga membawa calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) terjadi di wilayah perairan Belakang Padang, Kota Batam.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/11) malam. Saat itu, petugas menerima informasi akan ada penyelundupan PMI dari Belakang Padang menuju ke Malaysia.
Menerima informasi itu, petugas kemudian melakukan patroli. Pada pukul 20.WIB tim melihat sebuah speedboat membawa PMI melintas di area Belakang padang.
“Kita lakukan pengejaran, namun bukannya berhenti malah tekong menabrakkan ke hutan bakau. Pelaku kabur dari kejaran petugas kala itu,” ujar Kasat Polair AKP Syaiful Badawi, pada awak media, Senin (22/11).
Kemudian, petugas melakukan pemeriksaan kepada seluruh penumpang yang diketahui ada 8 orang. “Mereka ini calon PMI ini warga luar daerah Kepri yang beragam asal dari Jawa dan Lombok,” kata dia.
Untuk mendapatkan pekerjaan di negeri jiran para CPMI dipungut biaya masing-masing Rp 6 juta hingga Rp 11 juta. Uang itu untuk jasa transportasi dan pengurusan dokumen lainnya.
“Jika tak sanggup bayar maka gaji mereka akan dipangkas selama 4 bulan setelah bekerja,” ucap dia.
Tak sampai di sana saja, tim Satpolairud Polresta Barelang bersama dengan Polsek Belakang Padang melakukan penyelidikan dan menangkap berhasil mengamankan seorang pelaku.
“Jadi pelaku berinisial RM kita amankan pada Jumat (19/11) di Belakang Padang,” kata AKP Syaiful.
Kini, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku lain yang diduga memperkerjakan orang ke luar negeri secara ilegal. Sementara korban, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.
(Rara)













Respon (1)