“Kalau gitu untuk apa kemarin-kemarin keluarkan kebijakan wajib PCR, kebijakan sia-sia, cuma undang keributan saja. Akhirnya karena sakit hati pemerintah menguras kantong rakyat, diobok-obok pulalah siapa yang bermain. Ada Luhut dan Erick ternyata yang punya saham di PT GSI,” katanya.
Denny lantas bilang, karena menteri yang mengobok-obok air tenang inilah, borok mereka kemudian jadi terlihat ke permukaan.
Menurut Denny, Jokowi kemudian dikabarkan marah besar. Di saat dia melakukan kunjungan ke luar negeri, menteri-menterinya malah disebut ikut sibuk sendiri. Hingga akhirnya keluarlah surat edaran penumpang pesawat kemudian tidak wajib PCR.
“Kalau gitu untuk apa kemarin-kemarin keluarkan kebijakan wajib PCR, kebijakan sia-sia, cuma undang keributan saja. Akhirnya karena sakit hati pemerintah menguras kantong rakyat, diobok-obok pulalah siapa yang bermain. Ada Luhut dan Erick ternyata yang punya saham di PT GSI,” katanya.
Denny lantas bilang, karena menteri yang mengobok-obok air tenang inilah, borok mereka kemudian jadi terlihat ke permukaan.***












