” Ini adalah kebijakan yang sangat blunder dari Presiden Jokowi pasca penanganan pandemi ini,” katanya di 2045, dikutip Hops.id, Rabu 3 November 2021.
Meski di awal-awal pemerintahan gagap dengan pandemi, tapi akhirnya mereka disebut berhasil beradaptasi dengan situasi. Indonesia lalu mendapat pujian. Dengan cara mereka mengatasi pandemi, mulai dari menolak konsep lockdown, sampai ngebut vaksinasi, dan melakukan leveling PPKM, dunia lantas banyak meniru dan mengapresiasi cara RI hadapi covid.
“Tapi kebijakan di RI ini kan memang mirip dengan sepakbolanya, enggak bisa dipuji dikit, malah pada besar kepala. Akhirnya bukan cuma blunder, tapi malah bikin gol-gol bunuh diri,” katanya.
Bayangkan, di tengah keberhasilan atasi pandemi, masyarakat yang sudah tenang dan mulai beraktivitas, namun tiba-tiba disodorkan kebijakan untuk wajib PCR bagi perjalanan jauh.
Ini, kata Denny, ibarat mengobok-obok air yang sudah tenang menjadi keruh lagi. Sontak masyarakat jadi ribut. Apalagi PCR memang barang mahal, dan di daerah, mencarinya tidak mudah.
Menurut Denny, Jokowi kemudian dikabarkan marah besar. Di saat dia melakukan kunjungan ke luar negeri, menteri-menterinya malah disebut ikut sibuk sendiri. Hingga akhirnya keluarlah surat edaran penumpang pesawat kemudian tidak wajib PCR.












