POJOKTIMES.COM – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah rekaman video berdurasi 1 menit 20 detik yang menampilkan aksi kekerasan terhadap seorang warga papua yang dianianya oleh dua oknum Polisi Militer (PM) Indonesia.
Kejadian ini terjadi di kabupaten merauke dimana tampak juga dalam video ternyata korban juga adalah seorang bisu yang tidak dapat berbicara.
Menanggapi hal tersebut, GERMAS PMKRI Regio Sumatera memberikan pernyataan sikap terhadap tindakan Perspektif Masyarakat Papua.
Tindakan perspektif oleh aparat keamanan di Indonesia masih sering terjadi dan kebijakan pemerintah dalam menangani hal ini tidak serius.
Kasus kekerasan terjadi kembali di Merauke pada tanggal 26/07/2021 sekitar pukul 10.00 WIT yang dilakukan oleh dua oknum militer selaku pihak yang seharusnya menjaga dan mengayomi masyarakat.
Kejadian ini tentu menjadi hal yang memalukan bagi organisasi militer dan akan berdampak hilangnya rasa kepercayaan dari masyarakat.
GERMAS PMKRI Regio Sumatera yang diwakili oleh Petrus F. Leta (PGK PMKRI Cab. B. Lampung), Sintong Sinaga (PGK PMKRI Cab. Medan), Gita Bonita Turnip (PGK PMKRI Cab. Bengkulu), Vande DeÂ’Rosarius D. B (PGK PMKRI Calon Cab. Batam) menyatakan sebuah sikap terhadap tindakan perspektif oknum militer di Papua. Berikut Pernyataan Sikap GERMAS PMKRI Regio Sumatera yang diterima redaksi Pojoktimes.com, Rabu (28/7)
- Germas PMKRI Regio Sumatera mengutuk keras kekerasan oleh 2 oknum militer di Merauke, Papua Barat karena hanya akan memicu meningkatkanya eskalasi kekerasan, mengakibatkan pelanggaran serius terhadap HAM dan semakin kentalnya ketidakpercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah dan aparat keamanan.
- Germas PMKRI Regio Sumatera meminta dan mendesak Danlanud DMA Merauke untuk menindaklanjuti dengan tegas anggota POM AU yang melakukan tindakan represif terhadap masyarakat papua yang menyandang disabilitas.
- Menegakkan proses hukum dipengadilan umum untuk diberikan sanksi yang sesuai dan seadil-adilnya.
- Meminta serta mendesak panglima TNI menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar bersikap lebih humanis dalam menjalankan tugas di tengah tengah masyarakat Papua.
- Meminta kepada Panglima TNI untuk melakukan evaluasi kepada seluruh lembaga keamanan agar tidak terjadi hal-hal yang melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Demikian pernyataan sikap Germas PMKRI Regio Sumatera
(rls/pt)












